Postingan

15 Cara Meminjam Duit dari Teman agar di setujui

  1. Kenali orang yang akan dimintai bantuan Pahami karakter, kebiasaan, dan hubungan loe dengannya. Apakah dia orang yang terbuka membantu orang lain? Apakah dia menjaga hubungan baik dengan teman? Jangan hanya melihat apakah dia terlihat kaya atau punya banyak uang. 2. Pahami kondisi keuangan calon pemberi pinjaman Perkirakan apakah dia memiliki kemampuan finansial untuk membantu tanpa mengganggu kebutuhan keluarganya, cicilan, atau usahanya. Jangan menganggap seseorang yang terlihat kaya pasti memiliki uang tunai yang bisa dipinjamkan. 3. Bangun interaksi sebelum membutuhkan bantuan Usahakan pernah berkomunikasi atau bertemu dalam waktu yang relatif dekat, meskipun tidak sering. Sapa dengan wajar, tanyakan kabar, atau bahas hal yang relevan. Jangan baru muncul setelah bertahun-tahun menghilang hanya karena sedang membutuhkan uang. 4. Bangun kepercayaan, bukan sekadar kedekatan Kedekatan belum tentu berarti kepercayaan. Jaga perkataan, tepati janji kecil, dan tunjukkan bahwa l...

Pendidikan Mahal, Bukan Berarti Tidak Bisa Direncanakan

  Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang membutuhkan biaya besar, terlebih di kota besar seperti Jakarta. Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak. Namun, tidak semua orang tua memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan tersebut. Lalu, bagaimana caranya agar cita-cita pendidikan anak tetap dapat diwujudkan? Salah satu pendekatan yang dapat dipelajari adalah menggabungkan kemampuan menabung, pemanfaatan aset, pembiayaan melalui kredit, investasi ORI, dan cash flow management . Tulisan ini bukan menawarkan cara ajaib untuk mendapatkan uang. Kita akan membahas sebuah simulasi sederhana dengan asumsi ceteris paribus , yaitu variabel-variabel lain dianggap tetap agar mekanisme perencanaannya lebih mudah dipahami. 1. Pendidikan Anak Membutuhkan Kolaborasi Apakah seluruh tanggung jawab pendidikan harus dibebankan kepada orang tua? Apakah anak cukup duduk manis dan mengikuti semua rencana yang tel...

KENAPA BANYAK ORANG TAKUT BELI PROPERTY?

  (Realita Finansial & Psikologis yang Jarang Dibicarakan) Semua orang tahu fakta dasar ini: tanah tidak bertambah, lokasi strategis selalu berubah, biaya bangunan tidak pernah turun. Tapi anehnya, minat beli property di Indonesia justru rendah. Industri ini akhirnya dikuasai pemain besar: Lippo, Sumarecon, Agung Sedayu, Podomoro —developer yang punya bank tanah luas dan modal kuat untuk bertahan saat ekonomi lesu. Developer kecil? Sebagian besar tidak sanggup bersaing. Mereka hanya buat cluster kecil, tanpa kesinambungan jangka panjang. Begitu unit tidak laku, cashflow seret, proyek mangkrak, disita bank, konsumen kejar-kejaran. Namun masalah utama sektor ini bukan cuma developer dan bank. Masalah terbesar justru ada pada mental dan kebiasaan konsumennya sendiri. Berikut alasan-alasan nyata kenapa banyak orang takut membeli property: 1. Takut Komitmen Jangka Panjang Mendengar tenor 15–20 tahun, banyak orang langsung panik: ...

Tekhnik Blasting Email - No SPAM

  Email Marketing Ini adalah sebuah tekhnik pemasaran digital yang dulu sangat ampuh digunakan sebelum adanya media sosial.  Namun saat ini tekhnik mulai di tinggalkan karena, semakin susah mendapatkan alamat email dan setiap email yang di kirim jarang sampai kepada tujuan, ibarat kata, Tukang pos nya cuma asal lempar surat nya,tanpa kita tau sudah sampai atau belum. Untuk itu kita perlu mensiasatinya agar email yang di kirim tidak masuk ke SPAM, dan kita mengetahuinya, apakah sudah terkirim dan dibaca. Cara yang di sampaikan di bawah menggunakan 5 unit PC,karena yang ingin di raih adalah sekitar 4000 email yang di kirim perhari, tentunya bisa juga dengan menggunakan 1 PC saja atau bahkan lebih ,tergantung kebutuhan. Software yang di gunakan adalah SendBlaster,kenapa di pilih ,karena mudah digunakan dan banyak bajakannya di Shoppe. SMTP Server yang dipilih adalah Turbo SMTP dan Mailjet karena ada free 200 email gratis tiap bulan Untuk Provider Hosting di pilih dari Broadcasti...