Tekhnik Blasting Email - No SPAM

 


Email Marketing

Ini adalah sebuah tekhnik pemasaran digital yang dulu sangat ampuh digunakan sebelum adanya media sosial.  Namun saat ini tekhnik mulai di tinggalkan karena, semakin susah mendapatkan alamat email dan setiap email yang di kirim jarang sampai kepada tujuan, ibarat kata, Tukang pos nya cuma asal lempar surat nya,tanpa kita tau sudah sampai atau belum. Untuk itu kita perlu mensiasatinya agar email yang di kirim tidak masuk ke SPAM, dan kita mengetahuinya, apakah sudah terkirim dan dibaca.

Cara yang di sampaikan di bawah menggunakan 5 unit PC,karena yang ingin di raih adalah sekitar 4000 email yang di kirim perhari, tentunya bisa juga dengan menggunakan 1 PC saja atau bahkan lebih ,tergantung kebutuhan.

Software yang di gunakan adalah SendBlaster,kenapa di pilih ,karena mudah digunakan dan banyak bajakannya di Shoppe.

SMTP Server yang dipilih adalah Turbo SMTP dan Mailjet karena ada free 200 email gratis tiap bulan

Untuk Provider Hosting di pilih dari Broadcastindo.com karena bisa 1 hosting untuk 5 domain,dan banyak di jual domain murah.

Pembuatan email Gmail, dilakukan lewat hape,lebih cepat dan mudah daripada lewat computer

Untuk jaringan internet bisa dengan hotspot dari hape,agar dapat IP yang dynamic

Dan ini adalah langkah yang harus di perhatikan sebelum kita melakukan Blasting email agar tidak masuk ke SPAM dan email bisa kita ketahui sudah sampai dan terbaca.

Bila sudah terkirim dengan baik,tentu kita harus melakukan tahap berikutnya, yang berkelanjutan agar calon konsumen menjadi pembeli produk yang ditawarkan, dengan menawarkan ketertarikan,baik dari harga,kualitas produk dan lainnya.

Selamat Mencoba .....

LANGKAH 1. 

Kumpulkan Database Email

Sumber email yang bisa digunakan:

  • Database B2B Indonesia ( List berdasarkan industri )

  • Scraping memakai GSA GENIE ( scrape via website )  

  • Membeli database email dari marketplace ( random banyak error)

  • Menggunakan tools pencari email seperti hunter.io, Apollo, Skrapp ( sesuai bidangnya )

Tujuan langkah ini adalah mengumpulkan email sebanyak mungkin sebagai bahan filtering awal. Semua email yang masuk belum tentu valid, jadi harus dites dulu di langkah berikutnya.

Sumber Email bisa dipilih mana yang paling mudah dan murah di dapatkan


Langkah 2. 

Buat Konten Email (Agar Tidak Masuk Spam)

Yang harus diperhatikan:

a. Gunakan logo kecil

Logo besar + gambar besar = spam trigger.

b. Nama pengirim beda-beda

Walau domain sama, from name jangan selalu sama.
Contoh:

  • Rina – Support Team

  • Andi – Info Produk

  • Nadia – Customer Care

c. Subjek jangan promosi

Pakai subjek yang natural seperti:

  • “Tahun baru kita kemana?”

  • “Boleh tanya sesuatu?”

  • “Ini untuk kakak”

Jangan pakai kata: promo, diskon, penawaran, limited, murah, dll.

d. Link jangan 1 doang

Misal lo punya domain utama:

www.tanaman-indoor.com

Bikin beberapa header / sub-page:

  • /tanamanlantai

  • /paket-hias

  • /indoor1

  • /indoor2

Jadi tidak 1 link yang sama terus.

e. Buat banyak variasi konten (spintax)

Tujuan: setiap email tampil beda → tidak kelihatan massal.

f. Cek spam score di SendBlaster

Kalau spam score buruk → edit lagi sampai aman.

g. Sediakan link unsubscribe

Walaupun jarang dipakai, ini ngurangin spam score.

h. Kombinasikan 2 jenis link

  1. 30% email pakai shortlink → bit.ly, tinyurl

  2. 70% pakai link asli domain → ke halaman berbeda

Ini untuk variasi & mencegah pattern detection.


Langkah 3. 

Filtering Email (Sangat Penting)

Semua email harus dicek valid atau tidak.

Cara filtering:

  1. Kirim email test pakai Gmail.

  2. Email yang terkirim → disimpan (valid).

  3. Email yang bounce → langsung hapus.

Tujuan: menghindari IP/domain diblokir karena bounce rate tinggi.

Setup pengiriman untuk testing:

  • 5 PC → 5 provider internet berbeda → IP beda.

  • 1 PC pakai 5 email Gmail.

  • 1 email Gmail kirim max 150 email/hari.

  • Jadi 5 PC × 5 Gmail × 150 = 3750 email/hari untuk proses filtering.

Konten test

Tetap gunakan 25 variasi konten berbeda agar Gmail tidak mendeteksi spam.

Warming Gmail

Sebelum dipakai filter:

  • Hari 1–3 : kirim 20/hari

  • Hari 4–7 : naikkan ke 50–100/hari

  • Setelah 7 hari → baru kirim 150/hari

Alternatif pengecekan

  • mailboxvalidator.com

  • NeverBounce

  • Zerobounce
    (dipakai kalau mau cepat tapi ada biaya)


Langkah 4. 

Pengiriman Utama (Setelah Database Bersih)

Gunakan pengiriman massal:

  • 10 akun TurboSMTP

  • 10 akun Mailjet

  • 10 domain berbeda (sudah di-warming)

Kunci:

  • Jangan pakai domain baru.

  • Domain harus aktif 1–2 bulan sebelum blasting.

  • DNS lengkap: SPF, DKIM, DMARC, MX.

Setting DNS bila tidak memahami bisa minta tolong admin di Provider Hosting untuk menginputnya, karena terkadang ada beberapa provider yang akan otomoatsi memotong text yang terlalu panjang,ketika kita menginput DNS

Langkah 5. 

 Pola Pengiriman

Pengiriman harus seperti manusia:

  • Delay random

  • Tidak kirim 100 email dalam 1 detik

  • Ada jeda 3–20 detik acak

  • Jam kirim acak (pagi, siang, sore)

  • Kirim saat lagi nonton Youtube,laku kelik sending 

Tujuan: pattern robot tidak terdeteksi.

Postingan populer dari blog ini

INTERNET Menghapus Kendala Dalam Berusaha

Small is the New Big

Masa Depan Indonesia: Antara Kesempatan dan Tantangan